Blogger news

14 Jun 2015



Menjelang bulan Juni, Abigail akan melaksanakan ujian terakhir di TK. Tak terasa waktu begitu cepat. Abigail akan lulus dari TK dan akan menjadi siswa SD. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada acara graduation/kelulusan akan diadakan acara semacam pentas seni. Setiap tingkatan kelas dari mulai TK A sampai dengan kelas 9 akan memberikan persembahan seni, umumnya berupa tarian.

Dari pertengahan bulan Mei, murid-murid TK sudah mulai latihan tari. Lagu yang dipilih untuk ditarikan oleh murid TK B adalah lagu Entog-entog tak kandangi, lagu yang biasanya dinyanyikan oleh suku jawa. Sedangkan lagu yang dipilih untuk ditarikan oleh murid TK A adalah Cublek-cublek suweng, lagu yang juga biasa dinyayikan oleh masyarakat suku jawa.



Lalu siapa koreografernya? Biasanya Bu Yati yang menciptakan gerakan, namun karena saat ini Bu yati tidak punya ide, Bu Yati mencari video tari di Youtube. Video didownload di netbook milik Bu Yati, anak-anak tinggal melihat dan meniru gerakannya melalui netbook itu,

Memang anak-anak pandai dalam hal meniru. Dalam beberapa hari, anak-anak dapat dengan cepat meniru gerakan tarinya. Hal selanjutnya tinggal menserasikan gerakannya. Namun menjelang seminggu acara kelulusan, Bu Yati merubah lagu dan tarian murid TK A. Alasannya adalah gerakan tari lagu Cublek-cublek suweng agak rumit sehingga Bu Yati mencarikan alternaif lagu lain, yaitu lagu dan tarian Black did dot. Lagunya cukup menarik, mengingatkan pada lagu kuda lumping. Tariannya pun cukup menghibur. Karena gerakan tariannya cukup menghibur, dengan mudah pula murid-murid bisa meniru gerakannya.Waktu tersisa seminggu cukup untuk latihan menari murid-murid TK A.

Selain latihan menari, murid-murid TK B juga latihan menyanyi dan latihan berjalan. Ternyata saat acara kelulusan, muri yang dipanggil untuk maju ke muka tidak sembarangan berjalan, ada teknik berjalannya juga. Mengingatkan mama saat berjalan di altar geraja ketika menikah. Hehehe..
Latihannya berjalannya pun cukup mudah, anak-anak dengan cepat pula dapat meniru gerakannya.

Biasanya pada acara-acara kelulusan anak-anak TK sekolah lain, baju kelulusannya berupa toga, seperti baju toga lulus sarjana. Tapi di Sekolah Permata Bunda, baju kelulusannya brupa gaun untuk murid perempuan, sedangkan untuk murid pria berupa kemeja putih panjang beserta dari kupu-kupu dan celana panjang hitam.

Menarik juga karena gaun yang dipakai untuk acara kelulusan dapat dipakai kembali untuk acara-acara pesta. Gaun tersebut tidak dipinjami melainkan dibeli sehingga saat acxara kelulusan selesai, gaunnya dapat dimiliki.

Semua pesiapan selesai, tinggal waktu acara kelulusan yaitu tanggal 16 Juni 2015 di Gedung pusdiklat Kemendiknas Cinangka. Abigail dengan antusias dan tidak sabar menunggu hari kelulusannya.