Blogger news

11 Jun 2012



Setiap daerah di Indonesia, bahkan dunia pasti punya adat dan tradisi yang berbeda-beda, termasuk dalam hal pemberian nama untuk buah hati atau bayi yang baru lahir. Demikian pula dengan daerah Jawa. Masyarakat di sana juga selalu memberi nama bayi Jawa sesuai dengan harapan yang mereka dambakan pada bayi tersebut.



Bagaimanapun juga nama merupakan simbol atau tanda doa kepada bayi agar pada masa dewasanya nanti punya sifat dan pembawaan sesuai dengan nama yang diberikannya tersebut. Jadi tidak mengherankan jika nama bayi yang diberikan juga selalu disesuaikan dengan cita-cita yang diinginkan setiap orang tua kepada generasi penerusnya yang baru lahir.


Ciri-Ciri Utama Nama Bayi Jawa
Tidak berbeda jauh dengan daerah lain, nama bayi Jawa juga punya ciri tertentu yang mungkin saja tidak dimiliki oleh nama bayi yang berasal dari daerah lain. Salah satu yang paling utama adalah perbedaan untuk bayi jenis kelamin laki-laki dan perempuan.


Untuk nama bayi Jawa laki-laki biasanya menggunakan akhiran kata yang berbunyi ‘o’ yang diucapkan seperti ‘o’ pada kata karambol. Misalnya Suparto, Sukarno, Suharto dan lain-lain. Sedangkan bayi yang berjenis kelamin perempuan, sering menggunakan kata akhiran ‘i’ yang diucapkan seperti ’i’ pada kata melati. Misalnya Suparti, Sukarni, Suharti dan sebagainya.
Meski bukan merupakan hal yang mutlak, namun hingga saat ini jenis kelamin bayi baru lahir yang berasa dari daerah Jawa bisa diketahui dari akhiran kata dari nama yang diberikan tersebut. Ciri utama yang lain adalah untuk nama bayiJawa yang tinggal di daerah pedesaan selalu punya sifat yang pasrah dan menerima apa adanya.


Hal ini memang berkaitan dengan kondisi lingkungan pedesaan yang kehidupan sosial masyarakatnya lebih sederhana. Contohnya adalah nama Nrimo yang artinya mau menerima apa adanya.
Selain itu, masih ada tanda lain yang bisa dijadikan sebagai pertanda jika bayi tersebut berasal dari pedesaan, terutama untuk bayi berjenis kelamin perempuan. Biasanya menggunakan kata akhiran yang berbunyi ‘em’ seperti Poniyem, Warsiyem, Sumiyem dan masih banyak lagi.


Sedangkan untuk bayi yang tinggal di daerah perkotaan, lebih menyukai nama-nama yang berbau pengharapan atau disesuaikan dengan kondisi alam yang terjadi ketika bayi tersebut dilahirkan. Misalnya nama Mulyono atau Mulyani yang mengandung maksud agar pada masa dewasanya si jabang bayi akan selalu hidup dalam suasana yang mulia atau sejahtera.


Contoh nama yang sesuai dengan keadaan alam ketika lahir misalnya Purnomo. Hal ini menandakan jika bayi tersebut lahir pada waktu malam ketika terjadi bulan purnama, yaitu bulan yang terbit secara utuh dan membentuk lingkaran yang bulat penuh.
Selain penggunaan nama-nama tersebut, kadangkala bayi juga diberi nama sesuai dengan urutan kelahiran dalam keluarga. Bayi yang lahir pertama kali atau sulung diberi nama Eko, nomor dua diberi nama Dwi, nomor tiga adalah Tri, kemudian nomor empat catur, nomor lima Panca dan seterusnya. Semua ada sepuluh nomor.

Perubahan dan Perkembangan Zaman pada Nama Bayi Jawa

Seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman yang terus bergerak, beberapa nama bayi Jawa terutama yang berasal dari pedesaan mulai jarang digunakan lagi. Bahkan saat ini bisa dikatakan kita tidak akan pernah ada lagi nama bayi Jawa yang selalu bersifat pasrah dan menerima apa adanya.


Demikian pula dengan nama bayi Jawa perempuan yang menggunakan akhiran kata ‘em’ juga tidak pernah ada yang mau menggunakannya lagi. Alasan paling utama yang paling sering dikemukakan oleh orang tua zaman sekarang adalah karena nama tersebut bisa menjadikan bayi tidak punya kepercayaan yang tinggi dalam pergaulan sosial ketika sudah dewasa nanti.
Sedangkan nama yang berbau pengharapan maupun yang disesuaikan dengan kondisi alam ketika bayi lahir masih banyak yang menggunakan. Hal yang sama juga terjadi pada nama bayi Jawa laki-laki yang berakhiran ‘o’ atau ‘i’ juga ada yang masih memakai meski prosentasenya sudah jauh berkurang.


Walau begitu, saat ini masih banyak anggota masyarakat suku Jawa yang lebih suka menggunakan nama yang mengandung identitas kedaerahan. Hanya saja nama yang diberikan kepada bayinya tersebut lebih bernuansa modern dan kekinian namun tidak meninggalkan sifat kejawaan yang melekat pada diri mereka.


Nama-nama yang digunakan tersebut sering dikolaborasikan dengan nama lain yang menunjukan karakter masa kini. Jadi  tidak menimbulkan kesan kuno atau ketinggalan jaman yang bisa menjadikan anak merasa rendah diri.

Contoh Paduan Nama Bayi Jawa dan Nama Modern

Berikut ini ada beberapa contoh nama bayi Jawa yang dipadukan dengan nama lain yang lebih modern namun tetap mengandung makna atau arti dan maksud tertentu.
  • Abelia Arimbi Putri
Nama ini sangat bagus didengar dan diucapkan. Abelia merupakan nama yang berasal dari Perancis yang mempunyai arti menghirup nafas. Arimbi merupakan nama tokoh dalam cerita pewayangan yang sangat terkenal di Jawa. Sedangkan Putri merupakan sebutan yang digunakan baik dalam bahasa Jawa maupun Indonesia yang menunjukan jenis kelamin perempuan.
  • Eko Amalia Pertiwi
Nama ini juga tidak kalah indah dan cantik. Eko sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, menunjukan anak pertama dalam keluarga. Amalia berasal dari Bahasa Perancis Amalie yang artinya rajin. Lalu Pertiwi punya arti negara atau tanah air.
Pemberian nama ini mengandung maksud agar anak pertama yang dilahirkan ini akan punya sifat yang rajin dan mau berbakti kepada nusa dan bangsa.
  • Satriya Bonie Utomo
Nama ini mengandung makna yang sangat gagah. Satriya adalah prajurit yang selalu membela kebenaran. Bonie berasal dari nama Inggris Boone yang artinya adalah pahlawan. Kemudian Utomo punya arti yang utama.
Bayi yang punya nama seperti ini tentu diharapkan bisa menjadi seorang satriya pilihan sehingga bisa menjadi pahlawan karena selalu memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.
  • Javin Daniswara
Nama ini mengandung makna waktu dan harapan. Javin merupakan nama Amerika yang mengandung arti laki-laki yang lahir di bulan Januari. Sedangkan Daniswara merupakan suatu harapan jika kelak sudah dewasa, bayi yang lahir pada bulan pertama ini akan menemukan kehidupan yang selalu dilimpahi oleh kemuliaan dan harta yang melimpah.
  • Amanda Ratna Srikandi
Sebuah nama yang memadukan dua sifat sekaligus. Amanda merupakan nama dari Amerika yang artinya cantik atau jelita. Ratna berasal dari bahasa Jawa yang punya arti mutiara. Srikandi merupakan tokoh dalam cerita pewayangan yang terkenal punya sifat setia pada pasangannya serta ahli dalam memanah.
Dengan begitu, pemberian nama ini bertujuan agar ketika sudah dewasa bayi perempuan tersebut menjadi gadis yang cantik seperti mutiara dan selalu setia kepada suaminya jika sudah menikah.
  • Ayu Amiasih Lenita
Nama ini punya sifat yang sangat feminim sekali. Ayu, semua pasti sudah mengerti jika sebutan ini mengandung makna cantik dan indah. Sedang Amiasih punya arti suka mencintai sesama manusia. Lalu Lenita yang merupakan nama Amerika punya arti lemah lembut.
Jadi bayi perempuan yang diberi nama ini oleh orang tuanya tentu diharapkan menjadi gadis yang cantik, baik hati dan punya sifat serta pembawaan yang halus.
  • Jovan Danu Estiono.
Nama bayi laki-laki ini juga mengandung arti pengharapan yang sangat tinggi. Jovan yang merupakan nama Amerika punya makna seorang prajurit. Danu merupakan nama Jawa yang artinya bercahaya. Estiono juga nama Jawa yang bermakna punya cita-cita.
Dengan pemberian nama ini diharapkan anak tersebut punya cita-cita menjadi seorang prajurit dan bisa memberi cahaya kehidupan yang terang bagi orang-orang di sekitarnya.
  • Danurdara Akil Jatmiko
Nama ini bisa diberikan kepada bayi laki-laki yang diharapkan bisa menjadi orang yang pintar, cerdas dan punya sifat sopan dan bisa menghormati orang lain. Danurdara dan Akil merupakan paduan nama yang berasal dari Bahasa Jawa dan Mesir. Artinya sama yaitu pintar dan cerdas. Sedangkan Jatmiko yang merupakan nama Jawa mengandung arti punya sifat yang santun dan sopan.

Semoga contoh nama-nama ini bisa menjadi referensi bagi para orang tua yang ingin memberikan nama bayi Jawa bagi bayi mereka baik yang mau atau baru saja lahir.