Blogger news

26 Mei 2012



Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang
terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi
ini berada kurang lebih 100 km di sebelah barat daya
Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km
di sebelah barat laut Yogyakarta.



Anda pasti pernah mendengar nama Candi Borobudur. Ya,
sebagai salah satu peninggalan bersejarah, nama candi
ini tak asing di telinga kita. Candi ini sudah menghiasi
buku-buku pelajaran sejarah di Indonesia mulai dari SDSMU.
Dengan status sebagai salah satu warisan dunia, candi ini tak
hanya tenar di Indonesia, tetapi juga mancanegara.
Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di
Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berada kurang lebih
100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat
Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.
Candi ini terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling
dua pasang gunung kembar yaitu Gunung Sundoro-Sumbing di
sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut. Di
sebelah utara terdapat Bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan
terdapat jajaran perbukitan Menoreh.
Konon candi ini dibangun oleh raja Samaratungga dari dinasti
Syailendra pada abad ke 8. Situs Wikipedia.org mencatat, candi ini
terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya
terdapat tiga pelataran melingkar. Dindingnya dihiasi oleh 2.672
panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.
Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai
bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa
berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk
bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan)
Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Seiring menguatnya pengaruh Islam di Jawa pada abad
ke-14, Borobudur sempat tenggelam pamornya. Beruntung Sir
Thomas Stamford Raffl es, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur
Jenderal Inggris di Jawa, menemukan kembali candi ini pada 1814.
Sejak saat itu, nama Borobudur mulai mendunia.
Candi Borobudur telah mengalami serangkaian upaya
penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar
pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik
Indonesia dan UNESCO. Tahun 1991, UNESCO memasukkan
Borobudur ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada kriteria
Budaya.
Hingga kini Candi Borobudur masih digunakan sebagai
tempat ziarah keagamaan. Setiap tahun ribuan umat Buddha
dari seluruh Indonesia dan mancanegara datang ke candi ini
untuk memperingati Trisuci Waisak. Ratusan ribu orang biasanya
berkumpul di destinasi religi ini pada hari raya keagamaan ini
untuk mengabadikan momen-momen menjelang Waisak.
Tak hanya pada hari-hari keagamaan kompleks candi ini ramai
pengunjung. Setiap hari tak kurang ratusan orang mengunjungi
obyek wisata ini. Saat Warta Kota mengunjungi destinasi ini
bersama rombongan wisata Sitour bulan lalu (16/4), cukup banyak
pengunjung mengalir ke kompleks candi Buddha terbesar di
Indonesia itu.
Satu hal yang menarik saat berkunjung ke candi ini adalah,
setiap pengunjung wajib mengenakan sarung batik saat masuk
kompleks percandian. Sarung batik ini dibalutkan di area sekitar
pinggang ke bawah. Kain batik sudah disiapkan pengelola bagi
pengunjung untuk dipinjamkan.
Menurut General Manajer PT Taman Wisata Candi Borobudur
(TWCB), Pujo Suwarno, pihak pengelola menyiapkan sekitar 10
ribu lembar kain sarung batik untuk dikenakan para wisatawan
baik nusantara maupun mancanegara saat naik candi.
" Program Sarungisasi ini bertujuan untuk melestarian budaya
bangsa Indonesia serta meningkatkan penghargaan terhadap
Candi Borobudur sebagai warisan peradaban dunia," ujar Pujo
saat ditemu beberapa waktu lalu.