Blogger news

29 Mei 2012


 
Waspadai jika tubuh Anda mudah lelah, gampang tersinggung, diikuti rasa lapar dan haus berlebihan, turun berat badan dalam waktu singkat dan sering buang air kecil, bisa jadi Anda mulai mengidap diabetes melitus.



Diabetes melitus yang biasa dikenal dengan istilah kencing manis, adalah penyakit menahun yang ditandai oleh kadar gula (glukosa) darah yang melebihi angka normal. Apabila dibiarkan tak terkendali, kondisi ini akan menimbulkan komplikasi yang dapat berakibat fatal, termasuk penyakit jantung, ginjal, kebutaan dan amputasi.


Faktor genetik, kegemukan serta kurang olahraga diduga berperan dalam terjadinya diabetes. Beberapa penelitian menyebutkan, kekurangan zat gizi mikro seperti kromium, seng, selenium ikut mendorong terjadinya diabetes.


Proses Metabolisme Gula Darah
Pada kondisi normal, makanan dicerna dan sebagian besar diubah menjadi glukosa, yang berfungsi sebagai sumber energi bagi sel. Proses masuknya glukosa ke dalam sel membutuhkan insulin.

Insulin adalah suatu zat yang dihasilkan oleh pankreas (tepatnya oleh sel beta), sebuah organ yang terletak di belakang lambung. Jika tidak ada insulin, atau jumlah insulin tidak memadai, atau jika insulin tersebut cacat , maka gula (glukosa) tidak dapat memasuki sel dan tetap berada di darah dalam jumlah besar.
Kekurangan produksi insulin atau terdapat resistensi insulin, dimana insulin sudah terletak pada reseptornya, namun sinyal untuk memasukkan glukosa ke dalam sel terganggu, sehingga glukosa tetap tidak dapat memasuki sel (sel tidak responsif terhadap), maka kadar gula dalam darah juga akan meninggi.


Jika Glukosa Tidak Memasuki Sel Tubuh
Glukosa yang tidak masuk ke sel tubuh akan tertimbun di dalam darah. Setelah mencapai kadar tertentu, glukosa tersebut juga akan muncul dalam air seni, padahal air seni yang normal tidak mengandung glukosa. Jika glukosa terdapat dalam air seni, glukosa tersebut akan menarik lebih banyak air bersamanya dengan demikian menyebabkan bertambahnya volume air seni. Karena terjadi pengeluaran air seni yang berlebihan, tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga terjadi rasa haus yang berlebihan.

Ketika sel tidak terdapat cukup glukosa dikarenakan kurangnya jumlah insulin, meski sebenarnya dalam darah terdapat glukosa yang berlebihan, boleh dikatakan sel-sel ini ‘kelaparan’. Hal ini menyebabkan peningkatan nafsu makan dan walaupun penderita kencing manis sudah makan lebih banyak, kelihatannya sel tidak pernah mendapatkan cukup glukosa.
Untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan, sel yang "kelaparan" ini mulai memecahkan lemak dan protein yang ada di dalam tubuh penderita kencing manis itu. Hal ini mengakibatkan turunnya berat badan dan rasa lelah. Jika kadar glukosa dalam darah sangat tinggi, beberapa orang menjadi mudah tersinggung. Selain itu, tubuh juga menjadi rentan terhadap infeksi.
Tidak semua penderita diabetes mengalami gejala ini dan beberapa orang lainnya bahkan tidak mengalami gejala apa pun; pada keadaan ini, baru diketahui bahwa mereka ternyata menderita penyakit kencing manis dari pemeriksaan laboratorium rutin.


Bebagai Tipe Diabetes 
Berikut ini adalah klasifikasi diabetes melitus yang dianjurkan oleh PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), sesuai dengan anjuran klasifikasi diabetes melitus yang dibuat oleh American Diabetes Association (ADA) 1997, yang ditetapkan berdasarkan penyebabnya:



Diabetes tipe 1. Biasanya penderita diabetes yang termasuk dalam kelompok ini tergolong dalam usia muda, kurus dan mendapatkan penyakitnya secara tiba-tiba. Diabetes Tipe 1 ini timbul karena adanya kerusakan sel beta (sel penghasil insulin) pada pankreas, umumnya menjurus ke kekurangan insulin absolut/mutlak. Produksi insulin oleh pankreas tidak mencukupi sehingga tergantung pada pemberian insulin dari luar. Penyakit mereka tidak dapat dikendalikan tanpa menggunakan insulin. Golongan penyebab untuk Diabaetes Tipe 1 ini antara lain: Penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan/imunitas tubuh menyerang bagian tubuh sendiri, dalam hal ini yang diserang adalah sel beta pankreas. Penyebab lainnya adalah Idiopatik, yang tidak diketahui penyebabnya.


Diabetes tipe 2. Biasanya Diabetes Tipe 2 ini diidap oleh kelompok yang mendapatkan diabetesnya pada usia yang agak lanjut. Pasien-pasien yang termasuk dalam kelompok ini biasanya memiliki berat badan berlebih, dan memiliki riwayat adanya anggota keluarga lain yang juga menderita penyakit diabetes melitus. Akhir-akhir ini diperhatikan bahwa walaupun kebanyakan dari mereka mungkin tidak gemuk, tetapi pada umumnya terdapat kegemukan di daerah perut. Penyakit diabetes pada kelompok yang kedua ini berkembang secara perlahan-lahan. Organ pankreas pada pasien-pasien ini biasanya masih memproduksi insulin, namun memerlukan pengendalian diit, latihan fisik dan obat-obatan untuk meningkatkan produksi insulin dan memperbaiki penggunaan glukosa. Kadang-kadang, pasien-pasien ini juga memerlukan insulin.


Diabetes tipe lain. Masuk dalam golongan ini adalah diabetes melitus yang penyebabnya berbagai hal, antara lain:


1. Cacat genetik fungsi sel beta: 
     

  • Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY) 1, 2, 3.
  • Defek/cacat genetik fungsi sel beta akibat mutasi DNA mitokondria (DNA adalah molekul pembawa sifat genetik yang terdapat dalam inti sel; mitokondria adalah organel sel yang berfungsi untuk pernafasan sel dan pembuatan energi sel)

  • 2. Cacat genetik kerja insulin
    3. Penyakit eksokrin (suatu kelenjar yang mengeluarkan hasil produksinya melalui pembuluh) pankreas:
    Pankreatitis (radang/inflamasi pada pankreas) 

         

  • Tumor/pankreatektomi (pankreas telah diangkat)
  • Pankreatopati fibrokalkulus (adanya jaringan ikat dan batu pada pankreas)

  • 4. Endokrinopati: 
         

  • Akromegali (terlampau banyak hormon pertumbuhan) 
  • Sindrom Cushing (terlampau banyak produksi kortikosteroid dalam tubuh) 
  • Feokromositoma (tumor kelenjar anak ginjal, yang antara lain berfungsi menghasilkan hormon steroid [kortikosteroid]) 
  • Hipertiroidisme


  • 5. Karena obat/zat kimia:



  • Vacor, pentamidin, asam nikotinat 
  • Glukokortikoid, hormon tiroid 
  • Tiazid, dilantin, interferon alfa dan lain-lain

  • 6. Infeksi:

         

  • Rubela (campak Jerman) kongenital (dialami sejak dalam kandungan), cytomegalovirus (CMV)

  • 7. Sebab imunologi yang jarang
         

  • Antibodi anti insulin (tubuh menghasilkan zat anti terhadap insulin, sehingga insulin tidak dapat bekerja memasukkan glukosa ke dalam sel)

  • 8. Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan diabetes melitus:
         

  • Sindrom Down, sindrom Klinefelter, sindrom Turner dan lain-lain.



  • Diabetes melitus gestasional.
    Pada golongan ini , kondisi diabetes dialami sementara selama masa kehamilan. Artinya kondisi diabetes atau intoleransi glukosa pertama kali didapati selama masa kehamilan, biasanya pada trimester kedua atau ketiga. Jika ada penderita diabetes tipe 1 yang hamil, ia bukanlah penderita diabetes melitus gestasional, melainkan pasien diabetes melitus yang sedang hamil. Diabetes melitus gestasional berhubungan dengan meningkatnya komplikasi perinatal (di sekitar waktu melahirkan), dan sang ibu memiliki risiko untuk dapat menderita penyakit diabetes melitus yang lebih besar dalam jangka waktu 5-10 tahun setelah melahirkan.